Dalam upaya melestarikan kearifan lokal di tanah Besemah, sebanyak 20 Finalis Bujang Gadis Pagar Alam sekaligus Duta Pariwisata Tahun 2026 mengunjungi salah satu cagar budaya, yakni rumah adat tradisional Besemah atau dikenal dengan sebutan Ghumah Baghi. Kegiatan kunjungan ini juga menjadi bagian dari rangkaian pra-karantina Finalis Bujang Gadis Pagar Alam Tahun 2026, yang dilaksanakan di Dusun Gunung Agung Pauh, Kota Pagar Alam, Selasa (14/04/2026).

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diisi dengan pembekalan dari Juru Pelestarian yang menjelaskan sejarah dan makna yang terkandung dalam Ghumah Baghi. Tidak hanya itu, para finalis juga diajak untuk dapat mempraktikkan secara langsung budaya “Pantauan” sebagai salah satu wujud kearifan lokal masyarakat Besemah.

Budaya Pantauan merupakan tradisi sosial dan kultural dalam masyarakat Besemah, yang diwujudkan melalui penyuguhan makanan dan minuman kepada tamu yang datang ke rumah. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan nilai keramahan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar sesama.

Kegiatan kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk upaya melibatkan generasi muda dalam melestarikan budaya lokal, agar tetap dikenal dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Melalui keterlibatan langsung, para finalis diharapkan mampu memahami nilai-nilai budaya yang ada, sekaligus nantinya dapat menjadi agen yang turut memperkenalkan kearifan lokal Besemah kepada masyarakat yang lebih luas.